Postingan

Journey

Gambar
  Lake Hawea/doc:andry I have no idea how do I start Direction changes with the seasons But there is no flame   Gripped by the cold Burned by the sun The emotions bite and leave scars   Melancholic or choleric Sanguine, phlegmatic? “Human that unique”? All the differences make us forget  that we are the same “human. “Boundaries” among humanity has become as big as the Great Wall of China A deified word that looks like foam They forget what the point is   Are we too afraid to be broken? Or are we too afraid to be abandoned? Protecting yourself like you going to die… for yourself? Yeah, you could die   Sometimes I just want to fade away Tired of walking day after day   It asks me “Do you want to go home?” I answer, “Where is my home?”   Lake Hawea New Zealand / doc: andry Arguments, apologizes, forgiveness, tears and anger Overwhelming and turning me over Didn’t realize that God was always standi...

Sayur Lodeh dan Gerejaku

Renungan setelah Renungan:) Buat ibu2 apalagi yang doyan masak tentu tahu bahan-bahan dan bumbu-bumbu sayur lodeh bukan? Ada santan kelapa, ada kacang panjang, ada terong, ada tahu tempe bagi yang doyan, boleh ditambah daging bagi yang berkenan, kadang dimasukkan daun mlinjo atau mlinjo itu sendiri. Biar sedap, dikasih kemiri, cabe-cabean (mohon jangan salah paham), garam, gula, atau yang penggemar sensasi micin, bisa dibubuhkan sedikit kemenyan, eh..penyedap, seperti royko, masako, miyako, Nah , kalau mau jadi sayur lodeh yang nikmat dan berkasiat (untuk perut lapar), bisakah bahan-bahan itu dimasukkan utuh-utuh? Misalnya kelapa satu butir gelondongan tanpa diparut dan diperas, kan tidak? Atau tahu asal cemplung? Atau terongnya mau dimasukkan bulat-bulat? Tentu tidak ya? Semuanya harus dipotong-potong, bahkan bumbunya dihaluskan. Ada yang perlu direbus secara terpisah dulu (mungkin). Semuanya proses berbeda. Biar masakan jadi maknyus. Kayaknya ini sama dengan cara kita ber...

Puisi Untuk Rajaku

Gambar
Kelingking Beach Nusa Penida/ doc:andry Puisi Untuk Raja Kekekalan yang lahir dari yang fana kemuliaan berbalutkan daging hina "Menyentuh tali kasut-Nya pun aku tak layak!" Ya, jangankan menyentuh mendengar tangis nyaringnya saja ragaku luluh! Ini bukan perkara tahta prestis dan kuasa Apalagi soal teologi manusia Sederhana! Firman yang menjadi Manusia Daging yang lemah dan rapuh Namun jamahannya jadikan sembuh Para gembala padang berseru memekik ria dilamun alunan paduan suar surga "T'lah Lahir Raja di kota Daud!" aku pun turut ke kota kudus Walau tak kubawa persembahan layaknya para Majus apalah guna aku jadi mastro berinstuisi agung atau kaisar kaya yang ramai dijunjung aku hanya bisa berbakti sekujur raga dan rohku akan terus mengabdi Ya, sampai Ia datang kembali Sampai aku mati ( Andry Waper )

Cerpen

Maafkan Aku, Nurdin Sabtu senja di bulan Oktober 1990,  desa-desa di pinggiran kota Madiun masih sunyi. Malam peringatan tahun baru Islam atau 1 Muharam yang biasa disebut 1 Suro dalam penanggalan Jawa sepertinya tidak akan semeriah tahun lalu. Penduduk desa ini hanya mengadakan acara selamatan secara bergiliran. Hingar bingar pedagang Pasar Besar tak menular ke seluruh kota dan kabupaten. Di satu sisi kenampakan bumi Kartoharjo, terdengar permufakatan sekelompok pemuda desa yang rindu menghibur diri dengan angin kota lain.             “Bu, aku ke Solo ya, bareng Nurdin dan Wahyu, boleh?” Rahman merengek meminta izin ibunya. “Ibu ndak punya uang, Le. Mau ngapain to ?”             “Mau nonton Kiraban, Bu. Kiraban Grebeg Suro. Kata Nurdin kalau di Solo itu rame bukan main.”             “Tapi ibu ndak punya uan...